lagu

Sabtu, 27 Juni 2015

Inflasi Republik Afrika Tengah



Nama : Satria Bayu Suseno
Npm   : 2A213281 
Kelas  : 4eb25

Sejarah Republik Afrika Tengah

Republik Afrika  Tengah Terletak sekitar 500 mil ( 805 km ) utara khatulistiwa, Republik Afrika Tengah adalah negara yang terkurung daratan berbatasan dengan negara Kamerun, Chad, Sudan, Republik Demokratik Kongo, dan Republik Kongo. Republik Afrika Tengah dahulu bernama Ubangi-Shari, beribukota BANGUI, terbagai dalam 14 prefectures. Tahun 1000 sebelum Masehi, migran pertama masuk ke Republik Afrika Tengah berasal dari Adamawa-Eastern berasal dari Kamerun menuju Sudan dan menetap di daerah itu. Selanjutnya diikuti pada abad ke-7, migran kedua berasal dari Danau Chad dan sungai Nil. Daerah ini pernah diperintah oleh seorang Sultan ada abad ke-16. Pada abad ke-16 inilah, Republik Afrika Tengah dianggap para sejarawan mempunyai sejarah kelam, yaitu penduduknya dirusak oleh para pedagang budak, dalam arti mereka dijadikan komoditi, untuk diperdagangkan sebagai budak belian. Hal ini berlangsung hingga abad ke-19. Pada abad ke-18, berbondong-bondong masuk suku Banda, Baya-Mandjia dan Zande. Orang Eropa mulai masuk ke Republik Afrika Tengah pada tahun 1885, ketika Perancis dan Jerman bersama ingin menguasainya. Namun akhirnya Perancis keluar sebagai pemenang, dan pada tahun 1894 daerah ini disebut Ubangi-Shari. Pada tahun 1905 pernah bergabung dengan Chad, dan pada tahun 1910 bergabung dengan Gabon dan Congo Tengah menjadi French Equatorial Africa.
Pada tahun 1946 muncul pemberontakan terhadap pemerintah kolonial Perancis dengan tujuan utama membentuk pemerintahan sendiri bagi Ubangi-Shari. Akhirnya pada tanggal 1 Desember 1958, Ubangi-Shari menjadi Republik Otonom di bawah French Community, dan Barthelemy Boganda ditunjuk sebagai Perdana Menteri, namun beliau terbunuh pada suatu insiden terencana pada tahun 1959. Pada tanggal 13 Agustus 1960, David Dacko, kemenakan Boganda memproklamirkan kemerdekaan Republik Afrika Tengah, sekaligus mencanangkan negara dengan satu partai dan membuat poros Bangui-Beijing. Karena situasi negara semakin panas, maka pada 31 Desember 1965, Jean-Bedel Bokassa (saudara sepupu Dacko) mengambil alih pemerintahan dan mengangkat dirinya sebagai presiden, dan mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sumur hidup. Pada tanggal 4 Desember 1976, Bokassa merombak sistem pemerintahan Republik Afrika Tengah menjadi Kerajaan, dan mengangkat dirinya sebagai Raja Bokassa I. Setelah menjadi monarki inilah, Bokassa melakukan tindakan yang tidak populer di mata rakyatnya, brutal, kanibal dan pindah ke agama Islam, namun akhirnya kembali lagi ke agama asal, yaitu Katholik.
Bokassa akhirnya dikudeta pada tanggal 20 September 1979 oleh David Dacko dan mengembalikan nama Central African Empire menjadi Central African Republic. Pada 1 September 1981, Dacko dikudeta oleh Jendral Andre Kolingba, dan akhirnya ditunjuk sebagai presiden. Pada tahun 1991, Andre Kolingba di bawah tekanan untuk menyelenggarakan pemilu secara demokratis (multipartai), dan akhirnyapemilu multipartai diselenggarakan pada Agustus 1993. Terpilih sebagai Presiden pada pemilu demokratis ini adalah Ange-Felix Patasse. Negara bukan semakin membaik setelah diselenggarakannya pemilu multipartai, namun semakin terpuruk. Akhirnya budaya kudeta berulang terjadi, antara Patasse ke Kolingba dan sebaliknya. Akhirnya kemelut ini berakhir, setelah Jendral Francois BOZIZE mengadakan kudeta pada bulan Maret 2003. Dua tahun kemudian, tepatnya pada bulan Mei 2005 diadakan pemilu, dan Bozize memenangkannya sebagai Presiden.

Tingkat Inflasi Negara Afrika Tengah
            Aktivitas pertanian di sebagian besar wilayah Afrika didominasi oleh pertanian. Pertanian di Afrika umumnya digiatkan di sekitar daerah aliran sungai seperti Sungai Nil. Benua Afrika memiliki barang tambang yang berlimpah dengan hasil utamanya antara lain intan, yang memasok 98% dari hasil dunia, emas (35%) mangan (25%), tembaga (20%), dan minyak bumi yang banyak terdapat di Afrika Utara dan Afrika Barat. Selain itu, aktivitas perekonomian juga mengandalkan hasil kehutanan seperti kayu dan kulit binatang. Komite Moneter dan Perekonomian Afrika Tengah alias Central African Economic and Monetary Community yang terdiri dari enam negara di wilayah Afrika Tengah, memangkas prediksi pertumbuhan perekonomian menjadi 2,8% karena resesi ekonomi global.
 Sebelumnya, mereka memprediksi pertumbuhan ekonomi mereka akan menggelinding 3,9%. Hal ini dibeberkan oleh Philibert Andzembe, President Monetary Policy Committee Cemac melalui pernyataannya di ibukota Kamerun,Yaounde. "Komite Moneter telah menghitung ebolusi kondisi internasional dan moneter yang ditandai oleh melemahnya aktivitas perekonomian, anjloknya harga bahan baku yang diekspor Cemac dan kondisi moneter yang melemah secara berkelanjutan oleh bank sentral," kata Andzembe.
Awal Maret lalu, International Monetary Fund menyatakan bahwa negara yang termiskin di dunia ini kemungkinan membutuhkan utangan dengan bunga rendah senilai US$ 140 miliar lantaran perekonomian tergebuk oleh resesi. Harga komoditi yang anjlok seperti minyak dan tembaga, juga minimnya investasi asing telah menekan anggaran pemerintah dan cadangan devisa.
 Cemac termasuk Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Kongo, Equatorial Guinea and Gabon. Kamerun merupakan pengembang cokelat terbesar kelima di dunia, sementara negara-negara Cemac kecuali Republik Afrika Tengah merupakan produsen minyak. Industri utama di wilayah ini yang terkena krisis global termasuk kehutanan, pertanian, pertambangan dan perdagangan. Inflasi di wilayah ini diprediksi akan melambat dari 3,7% menjadi 3% sebagai respons atas lambatnya inflasi global.
Tingkat Inflasi
 

Realisasi
Sebelum Ini
Tertinggi
 Paling Rendah
Tanggal
    Satuan
             Frekuensi


25.58     
       17.47               
   51.73
        -10.67
1981 - 2014
  Persen
        Bulanan


Nilai saat ini, data historis, perkiraan, statistik, grafik dan kalender ekonomi - Republik Afrika Tengah - Tingkat Inflasi.
Republik Afrika Tengah Harga
Terakhir
Sebelum Ini  
Tertinggi  
Paling Rendah
  Satuan

25.58     
17.47
51.73
-10.67                
Persen
[+]




Kebijakan Pemerintahan Dalam Mengatasi Tingkat Inflasi
Afrika Tengah memiliki potensi sumberdaya bernilai tinggi: uranium, emas, berlian dan kayu-kayuan. sumberdaya alam terbarukan maupun tak terbarukan ini belum dikelola dengan bijak untuk memakmurkan rakyat, oleh karna itu pemerintah negara afrika tengah akan mengelolah sumberdaya alam tersebut dengan baik. Afrika Tengah jelang era gelapnya, didahului jatuhnya perekonomian. Ia menjadi negara kelima termiskin di dunia. Dengan tingkat kemiskinan lebih dari 70 persen, bisa disebut negeri dengan kategoriextrem poverty.
Afrika Tengah pun masuk sebagai negara gagal saat pemerintah pusatnya tidak mampu lagi mengontrol atau menguasai seluruh wilayahnya. Fund for Peace dan Foreign Policy Magazinemenyusun Indeks negara gagal (Failed Stated Index) tahun 2010. Ada empat kategori Failed Stated Index: ‘Waspada’, ‘Dalam Peringatan’, ‘Sedang’ dan ‘Dapat Bertahan’. Afrika Tengah dan beberapa negara lainnya, masuk kategori ‘Waspada’. Jangan biarkan banyak hati di negeri ini menjadi keras, mati rasa, serakah, memburu kuasa politik dan abai tatakrama sosial. Bibit-bibit perilaku korup, jangan biarkan mengotori jiwa bangsa. Kita sama sekali tidak ingin menjadi seperti Afrika Tengah. Mengokohkan kemanusiaan, menggelorakan pengharapan atas jiwa manusia, menjadi urusan teramat penting yang tidak hanya menjadi konsumsi orasi dan seremoni. Merawat kemanusiaan, terapi penyelamat bangsa dan menuntut kerja keras menjaga clean government, adil dan bijaksana dalam membangun, menjaga harmoni dalam keragaman. Belajar tak hanya dari yang baik. Dari yang paling runyam pun, kita harus bisa memetik hikmah.



Refrensi

http://id.tradingeconomics.com/central-african-republic/inflation-cpi
http://www.dompetdhuafa.org/post/detail/63/pembelajaran-dari-afrika-tengah