lagu

Sabtu, 26 April 2014

Tugas Perekonomian indonesia - Tingkat kemiskinan dan pengangguran


Nama  : Satria Bayu Suseno
Kelas   :1EB24
Tugas  : Perekonomian Indonesia # ( Tingkat Kemiskinan dan pengangguran)


Tingkat Kesejahteraan Provinsi Jawa
N0
Provinsi Jawa
Tingkat kemiskinan
Tingkat Pengangguran
1
Jakarta
Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan September 2013 sebesar 375,70 ribu orang (3,72 %).

jumlah pengangguran terbuka menurut BPS pada bulan agustus 2013 berjumlah 7,39 juta orang (6,25%)

2
Yogyakarta
Data Badan Pusat Statistik (BPS) terkini pada September 2013 menunjukkan persentase penduduk miskin kota dan desa di DIY sebesar 15,03%.
Dari jumlah angkatan kerja tersebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) di DIY hingga Februari 2010 sebesar 6,02 persen atau sebanyak 124,4 ribu orang atau bertambah 1.400 orang.
3
Banten(serang)
Data Badan Pusat Statistik (BPS) terkini pada September 2013 menunjukkan persentase penduduk miskin kota dan desa di Banten sebesar 5,89 %.
Jumlah pengangguran di Provinsi Banten yang sementara ini masih cukup besar pada bulan september tahun 2013, yaitu mencapai 9,90 %
4
Jawa Barat( Bandung)
Jumlah penduduk miskin di Jawa Barat pada bulan September 2013 sebesar 4.382.648 orang (9,61persen).
Badan Pusat Statistik menempatkan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi ketiga, setelah Banten dan DKI Jakarta, yakni 8,90%. Peringkat ini tidak mengalami perbaikan sejak setahun lalu meski angkanya turun dari 9,78%.(2013)
5
Jawa Timur (Surabaya)
Data Badan Pusat Statistik (BPS) terkini pada September 2013 menunjukkan persentase penduduk miskin kota dan desa di jawa timur sebesar 12,73%.
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur menyatakan tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2013 berhasil diturunkan sampai 0,12 persen dari semula 4,12 persen pada 2012 menjadi 4 persen pada 2013.


Kesimpulan
       Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2013 menunjukkan persentase penduduk miskin kota dan desa di seluruh provinsi di jawa, di antara kelima provinsi tersebut, tingkat kemiskinan tertinggi di peroleh oleh DIY sebesar  15,03%. Sedangkan tingkat Jumlah penduduk miskin terendah yaitu di DKI Jakarta pada bulan September 2013 sebesar 375,70 ribu orang (3,72 %). Sedangkan tingkat pengaguran tertinggi berada di provinsi banten dengan presentase 9,90 % dan tingkat pengaguran terrendah berada di provinsinjawa timur
Saran :
     Berdasarkan kesimpulan tersebut provinsi DIY memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di daerah provinsi jawa oleh karna itu pemerintah sebaiknya Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin, Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat, Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar dan Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat 
    Sedangkan untuk menanggulangi tingkat pengangguran untuk provinsi  banten yaitu dengan, memperluas kesempatan kerja, dengan membuka lapangan kerja baru, baik di bidang pertanian, industri, perdagangan, maupun jasa, Meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga para lulusan sudah siap pakai untuk menjadi tenaga yang terampil, Meningkatkan kualitas tenaga kerja, dengan memberikan pendidikan keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal, Mendorong tumbuh kembangnya usaha-usaha atau industry rumah tangga

 




Tingkat Kesejahteraan Luar Provinsi Jawa
N0
Provinsi
Tingkat kemiskinan
Tingkat Pengangguran
1
Bengkulu
Jumlah penduduk miskin di bengkulu pada bulan September 2013 sebesar 320,41 ribu orang (17,75%).

Jumlah tingkat pengangguran pada provinsi bengkulu mencapai 7,39 juta orang (6,25%) (BPS, Sakernas Agustus 2013)

2
Bangka Belitung
Data Badan Pusat Statistik (BPS) terkini pada September 2013 menunjukkan persentase penduduk miskin kota dan desa di bangka belitung sebesar 5,25%.
Dari jumlah angkatan kerja tersebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) di DIY hingga Februari 2010 sebesar 6,02 persen atau sebanyak 124,4 ribu orang atau bertambah 1.400 orang
3
Lampung
Jumlah penduduk miskin di Lampung 1134,28  pada bulan September 2013 sebesar 320,41 ribu orang (14,39%).

Jumlah tingkat pengangguran sebesar 5,85% pada Agustus 2013. Berdasar data BPS, jumlah penduduk yang bekerja di Lampung tercatat sebanyak 3,38 juta orang atau mengalami penurunan 8,21% dari sebelumnya 3,59 juta jiwa.
4
Riau
Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di riau pada bulan September 2013 sebesar 522,53 Ribu orang (8,42 persen).
Jumlah angkatan kerja di Provinsi Riau pada Agustus 2013 mencapai 2.625.848 orang. Jika dibandingkan dengan total penduduk usia 15 tahun keatas yang berjumlah 4.127.474 orang, maka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Riau sebesar 63,62 persen
5
Sumatra Barat
Data Badan Pusat Statistik (BPS) terkini pada September 2013 menunjukkan persentase penduduk miskin kota dan desa di Sumatra Barat sebesar 7,56 %.
Tingkat pengangguran terbuka menunjukan tren yang meningkat dari 6,45 persen pada agustus 2011 menjadi 6,52 persen pada agustus 2012 dan mencapai angka 6,99 persen pada agustus 2013



Kesimpulan
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2013 menunjukkan persentase penduduk miskin kota dan desa di luar provinsi jawa, di antara kelima provinsi dari data diatas, menunjukan tingkat kemiskinan tertinggi di peroleh oleh bengkulu sebesar  17,75%. Sedangkan tingkat Jumlah penduduk miskin terendah yaitu di provinsi bangka belitung pada bulan September 2013 sebesar 375,70 ribu orang 5,25%. Sedangkan tingkat pengaguran tertinggi berada di provinsi Riau dan tingkat pengaguran terrendah berada di provinsi bengkulu 6,25%

Saran :
Berdasarkan kesimpulan tersebut provinsi bengkulu memiliki tingkat kemiskinan tertinggi  dan pemerintah sebaiknya juga Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin, Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat, Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar dan Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin
Sedangkan untuk menanggulangi tingkat pengangguran untuk provinsi  riau  yaitu dengan, memperluas kesempatan kerja, dengan membuka lapangan kerja baru, baik di bidang pertanian, industri, perdagangan, maupun jasa, Meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga para lulusan sudah siap pakai untuk menjadi tenaga yang terampil, Meningkatkan kualitas tenaga kerja, dengan memberikan pendidikan keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal, Mendorong tumbuh kembangnya usaha-usaha atau industry rumah tangga.

 

Refrensi
http://regional.kompasiana.com/2014/01/12/terbungkus-pesona-kemiskinan-yogyakarta-tertinggi-se-jawa-625885.html